Senin, 23 September 2013

Pelepasan Komunitas Telusur Alam



Menelusuri Indonesia dari Sabang sampai Merauke, siapa yang tak ingin? Mungkin pun ini bisa dikatakan impian hampir setiap orang muda Indonesia, bahkan orang-orang yang sudah tak muda lagi. Terlebih bagi yang sedang mencari jati diri keindonesiaannya, yang dikuping mereka masih terngiang hentakan lagu Dari Sabang Sampai Merauke-nya R. Suharjo.
Alkisah, kalau impian sudah jadi ambisi yang terpendam, tentu akan berbuah kegelisahan yang mendalam apabila tidak ditunaikan. Jadi, berangkatlah wahai kawan, dengan penuh semangat! Tentu bukan bermaksud menaklukkan alam, tapi menebar cinta di tiap jengkal tanah Indonesia. Meski tak mudah mewujudkan cita-cita kalian, kawan, tapi kalau sudah dipasang tekad yang bulat maka perjalanan serumit dan seberat apa pun harus siap dihadapi.
Barangkali semangat itulah yang perlu dikobarkan terus buat teman kita Eri dan Edo yang akan menelusuri Indonesia, mulai 22 September 2013, dengan nawaitu-nya dari Sabang sampai Merauke. Dengan bekal cuma Rp 1,5 juta, mereka pun bertekad tak ingin mengecewakan para pendukung perjalanan mereka. Meski terlanjur haru, ada air mata, apalagi ketika lagu Anak Medan dan Lancang Kuning dinyanyikan, tapi langkah harus diringankan.
Ingat, kawan! Meski negeri ini katanya penuh konflik, tapi persaudaraan itu harus ditemukan sepanjang perjalanan di bentangan alam yang bagai zamrud khatulistiwa. Bekalmu tentu tak cukup, tapi persaudaraanlah yang mencukupkannya.
Inilah Komunitas Telusur Alam, Berpetualang melintasi Nusantara, dengan semangat membara “Mengenal Indonesia lebih dekat, mengikat persaudaraan lebih erat”. Merdeka!

Posting Komentar