Menelusuri Indonesia
dari Sabang sampai Merauke, siapa yang tak ingin? Mungkin pun ini bisa
dikatakan impian hampir setiap orang muda Indonesia, bahkan orang-orang yang
sudah tak muda lagi. Terlebih bagi yang sedang mencari jati diri
keindonesiaannya, yang dikuping mereka masih terngiang hentakan lagu Dari Sabang Sampai Merauke-nya R.
Suharjo.
Alkisah, kalau impian sudah
jadi ambisi yang terpendam, tentu akan berbuah kegelisahan yang mendalam
apabila tidak ditunaikan. Jadi, berangkatlah wahai kawan, dengan penuh
semangat! Tentu bukan bermaksud menaklukkan alam, tapi menebar cinta di tiap
jengkal tanah Indonesia. Meski tak mudah mewujudkan cita-cita kalian, kawan,
tapi kalau sudah dipasang tekad yang bulat maka perjalanan serumit dan seberat
apa pun harus siap dihadapi.
Barangkali semangat itulah
yang perlu dikobarkan terus buat teman kita Eri dan Edo yang akan menelusuri Indonesia,
mulai 22 September 2013, dengan nawaitu-nya dari Sabang sampai
Merauke. Dengan bekal cuma Rp 1,5 juta, mereka pun bertekad tak ingin
mengecewakan para pendukung perjalanan mereka. Meski terlanjur haru, ada air
mata, apalagi ketika lagu Anak Medan dan Lancang Kuning dinyanyikan, tapi langkah
harus diringankan.
Ingat, kawan! Meski negeri
ini katanya penuh konflik, tapi persaudaraan itu harus ditemukan sepanjang
perjalanan di bentangan alam yang bagai zamrud khatulistiwa. Bekalmu tentu tak
cukup, tapi persaudaraanlah yang mencukupkannya.
Inilah Komunitas Telusur Alam, Berpetualang melintasi Nusantara, dengan semangat membara “Mengenal Indonesia lebih dekat, mengikat
persaudaraan lebih erat”. Merdeka!
Posting Komentar